Di iming imingi keuntungan 5 ribu, Oknum Guru SDN 1 Agung Jaya Jual LKS ke Siswa, ini Penjelasan Kepsek

1336 views

Tulang Bawang,Sidakpost.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya pada edisi yang lalu dengan judul : Buku LKS Terindikasi dijadikan Ajang Bisnis Oknum Guru SDN 1 Agung Jaya.

Menanggapi pemberitaan tersebut Heldalina Kepala Sekolah SDN 1 Agung Jaya kecamatan Banjar Margo ,Kabupaten Tulang Bawang propinsi Lampung. Menyampaikan permohonan maaf kepada Awak media karena ketidaktahuan dewan guru tentang Peraturan Pemerintah mengenai Larangan Penjualan Buku LKS ke peserta didik .

,” Saya selaku Kepala Sekolah meminta maaf karena guru disini ngak tau peraturan perundang undangan tentang larangan Guru menjual LKS ke Siswa atau siswi .ya mereka karena di iming iming keuntungan 5 ribu perbuku oleh pihak distributor Pak. Ya namanya juga guru honor saya juga kasian dengan mereka karena dapet untung 5 ribu jadi masalah,” ujar Heldalina kepada Awak media 4/12/21.

Lebih Lanjut ia mengatakan Saya selaku pimpinan Salah atau bener dewan guru tetap saya akui kesalahan, kami tetap salah dan saya akan bertanggung jawab selaku Kepala Sekolah ,”tegasnya.

Diakuinya bahwa Pihak Dinas Pendidikan Sudah memanggil dan memeriksanya setelah berita terkait Penjualan LKS itu muncul di media online.

,” Saya juga sudah menghadap ke Dinas Pendidikan Tulang Bawang dan sudah di Periksa dan di Buatkan BAP ( Berita Acara pemeriksaan) Pihak Dinas Sudah marah marah dengan saya , kebetulan yang meriksa saya Pak Brahim dan ada juga Pak Jauhari ,” Cetus Helda.

Saya ceritakan kronologisnya ya dek ,boleh diterima ,” Tanya Helda kepada Awak media..?

,” Yaa bukan berarti saya Sok bersih siih ngak ya dek. Okey ,pada waktu itu Suami saya masuk Rumah sakit di bulan Juli dan pada akhirnya lebaran haji (idul adha red ) Suami saya meninggal dan Tak lama kemudian Saya kena Covid lalu dikarantina selama 14 Hari. Jadi pas Sales buku kesekolah saya ngak tau karena mereka tidak menghubungi saya atau MOU ke saya. Distributor menawarkan buku LKS ketemu Guru piket karena pada saat itu Daring ya dan menitipkan ke Dewan guru . Lalu guru menghubungi Wali murid untuk menjual Buku LKS dan itu ngak semua murid yang beli hitung hitung cuma ada 50 persen ,”ungkapnya.

Masih kata Helda,” Waktu masuk di bulan Agustus pada waktu itu saya kaget dan langsung Saya tegur Dewan guru bahwa ini ngak boleh dan Dilarang tapi ya namanya sudah terjadi Yaa mau diapakan lagi.kita Cari jalan yang terbaiknya aja ya dek apalagi saya 10 bulan lagi dah mau pensiun. sebagai manusia saya tempatnya Salah ,tidak jujur ,tidak sempurna dan saya manusia mau cari makan sayangku,” Ujarnya sembari berharap agar masalah ini dapat diselesaikan.***(Andi Irawan jaya)***.

banner 468x60)
Author: 
    author

    Related Post